Senin, 04 Juli 2011

PROFESI, STATUS DAN GURU PROPESIONAL

A.    PENDAHULUAN 

Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia (Debdikbud, 1989), arti profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Contoh : guru,dokter, insinyur, pilot dsb. Berarti profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang memiliki suatu keahlian dibidang tertentu, sehingga diri nya tidak bisa digantikan oleh orang lain atau profesi lain dan harus memiliki ijizah sesuai dengan profesi nya. Guru diakui sebagai profesi, adalah:
  • Jabatan guru merupakan bentuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian atau profesi. 
  • Jabatan guru memliki ijazah keguruan, yang dilandasi dengan ilmu pendidikan dan ilmu keguruan yang secara terus menerus dikembangkan. 
  • Jabatan guru menghendaki tanggung jawab pekerjaan secara perorangan maupun kelompoknya. 
  • Jabatan guru bergabung dalam suatu wadah organisasi profesi yaitu : antara lain PGRI. 
  • Jabatan guru sebagai profesi telah diakui oleh dunia internasional, melalui rekomendasi ILO/UNESCO di paris pada tanggal 5 Oktober 1966 yang menetapkan deklarasi “status guru”. 
  • Jabatan guru mengabdi di bidang pendidikan. Di akui dunia internasional bahwa : hak untuk mendapatkan penddikan adalah hak azazi manusia (HAM). 
  • Jabatan guru merupakan peranan penting dalam kemajuan pendidikan, perkembangan manusiawi masyarakat modern. Berarti guru adalah sebagai pendidik bangsa. 
  • Pemerintah Republik Indonesia telah mengakui profesi guru dengan menetapkan : Hari Guru Nasional (HGN) sebagaimana ditetapkan dalam Kepres No. 78 Tahun 1994, yaitu setiap tanggal 25 November. Adapun alasannya  adalah : untuk mengenang  jasa profesi guru, menghargai wibawa dan martabat guru serta memperingati hari kelahiran organisasi profesi PGRI (25 November 1945). 
  • Untuk tinkat internasional, dunia telah menetapkan tanggal 5 Oktober sebagai Hari Guru Internasional.
     
Kemudian kata profesi dikembangkan menjadi istilah pofesional. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa profesional artinya adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidiakan profesi. 
PGRI sebagai organisasi profesi berarti suatu organisasi yang terdiri dari guru-guru dan tenaga kerja kependidikan yang sejawat berkumpul dalam suatu wadah persatuan atau perkumpulan dan berjuang mewujudkan semua amanat keputusan organisasi baik yang tersurat maupun yang tersurat sesuai dengan ketentuan atau aturan main nya. Sebagai organisasi profesi, PGRI mempunyai fungsi sebagai wadah kebersamaan, rasa kesejawatan atau seprofesi dalam mewujudkan peningkatan keahliannya atau kariernya dalam menjalankan tugas-tugas keprofesiannya secara profesional. Artinya meningkatkan perilaku profesi kepada suatu standar keahlian yang diinginkan oleh masyarakat umum. Berarti sudah semestinya memiliki
peringkat  keahlian yang mempunyai standar mutu.

Keahliannya dapat dipergunakan dengan mempunyai batas-batas nilai mutu pekerjaan yang dapat dipercaya dan diakui oleh para pengguna atau pemakai dalam masyarakat umum.

B.    STATUS GURU

Dari hasil rekomendasi khusus antar pemerintah mengenai status guru yang diselenggarakan oleh UNESCO/ILO tanggal 21 September s.d. 5 Oktober 1966 di paris dan joint Commentaries by the ILO and UNUECO, 1984 yang dialihbahasakan oleh Prof.Dr.WP.Napitupulu mengartikan status guru sbb :

“Guru adalah semua orang di sekolah yang bertanggung jawab dalam pendidikan murid-murid. Istilah guru juga di pakia untuk kepala sekolah, pengawas/inspektur serta tenaga kependidikan lainnya”.

Status guru adalah istilah yang digunakan terkait dengan guru merupakan kedudukan atau penghormatan yang ditujukan kepada guru yang dibuktikan dengan tingkat penghargaan dan kemampuan guru melaksanakan tugas, kondisi kerja dan gaji atau atau kesejahteraan yang melebihi dari kelompok profesi lain.

Sedangkan menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, arti guru adalah : pendidik profesional yang memiliki tugas mendidik, mengajar, memimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada PAUD, dalam jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan menengah

Menurut Prof.Drs.A.Soedomo Hadi, S.U. bahwa yang dimaksud dengan pendidik adalah setiap orang dewasa yang bertanggung  jawab dan dengan sengaja mempengaruhi orang lain (anak didik), memberi pertolongan kepada anak yang masih dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencapai kedewasaan. Kemudian dijelaskan siapa orang dewasa yang bertanggung jawab atas pendidikan anak itu, yaitu :
a)     Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.
b)     Pengajar atau guru disekolah.
c)     Pemimpin atau pemuka masyarakat.

Menurut UU No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, pasal 2ayat 1 dan 2 di sebutkan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendididkan dasar, menengah,PAUD, pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

C.    GURU PROPESIONAL

Menurut Prof.Dr.Anwar Arifin(2007) mengungkapkan bahwa sesungguhnya paradigma baru pendidikan nasional memang telah menempatkan pendidik sebagai tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pemmbimbingan dan pelatihan. Hal ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS). Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen bahwa rumusan profesional adalah:
pekerjaan atau kegiatan yang di lakukan seseorang menjadi sumber penghasilan kehidupannyayang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu, serta memerlukan pendidikan profesi. 

Kemudian pasal 7 ayat 1 ditetapkan 9 prinsip guru profesional yaitu : 
  • Memiliki bakat, minat dan panggilan jiwa dan idealisme. 
  • Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan dan akhlaq mulia. 
  • Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang sesuai dengan bidang tugas. 
  • Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan tugas. 
  • Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
  • Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
  • Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
  • Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionaln.
  • Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

KESIMPULAN

Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang memiliki suatu keahlian di bidang tertentu, sehingga  diri nya tidak bisa digantikan oleh orang lain dan harus memiliki ijazah sesuai dengan profesinya.
 Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan nya yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu, serta memerlukan pendidikan profesi.
Status guru merupakan kedudukan atau penghormatan yang ditujukan kepada guru yang dibuktikan dengan tingkat penghargaan dan kemampuan guru melaksanakan tugas, kondisi kerja dan gaji atau kesejahteraan yang melebihi dari kelompok profesi lain.
Guru yang profesional adalah guru yang melaksanakan tugas nya sebagai pendidik yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar